Checklist Website Perusahaan: 25 Hal yang Harus Ada Sebelum Launch

Checklist Website Perusahaan 25 Hal yang Harus Ada Sebelum Launch

Detik-detik menjelang peluncuran website perusahaan sering kali dipenuhi dengan antusiasme yang membuat tim terburu-buru menekan tombol publish tanpa verifikasi yang memadai. Hasilnya? Form kontak yang tidak bekerja, gambar yang belum dioptimasi, atau halaman penting yang tidak bisa ditemukan di Google.

Checklist ini adalah panduan komprehensif yang digunakan Gudangweb sebagai cara buat website perusahaan yang bagus — memastikan setiap website yang kami kerjakan sudah benar-benar siap sebelum menyambut pengunjung pertama.

Kategori A: Teknis Dasar (Wajib Tanpa Pengecualian)

1. ☐ SSL Certificate Aktif

Pastikan website menggunakan HTTPS. Cek di browser — tidak boleh ada ikon peringatan “Tidak Aman”. Google Chrome akan menampilkan peringatan eksplisit kepada pengunjung website yang tidak ber-SSL, yang langsung merusak kepercayaan.

2. ☐ Semua Halaman Bisa Diakses

Kunjungi setiap halaman di sitemap dan pastikan tidak ada halaman yang menampilkan error 404 atau 500. Periksa juga halaman yang hanya bisa diakses dari menu mobile.

3. ☐ Semua Link Berfungsi

Jalankan broken link checker (tools seperti Screaming Frog versi gratis atau ahrefs broken link checker) untuk memastikan tidak ada internal atau external link yang mengarah ke halaman tidak ada.

4. ☐ Form Kontak Berfungsi dan Mengirim Email

Ini adalah salah satu poin yang paling sering terlewat. Isi dan kirim setiap form di website — pastikan email notifikasi masuk ke inbox yang benar, dan respons otomatis (jika ada) terkirim ke pengisi form.

5. ☐ Tampil Sempurna di Mobile

Uji di minimal tiga perangkat berbeda: iPhone, Android dengan layar besar, dan tablet. Gunakan juga Chrome DevTools untuk mengecek berbagai ukuran layar. Pastikan tidak ada teks yang terpotong, tombol yang terlalu kecil untuk diketuk, atau gambar yang overflow.

6. ☐ Kompatibel di Browser Utama

Uji di Chrome, Safari, Firefox, dan Edge. Perilaku rendering antar browser bisa berbeda secara signifikan, terutama untuk animasi CSS dan komponen JavaScript.

7. ☐ Kecepatan Loading di Bawah 3 Detik

Uji menggunakan PageSpeed Insights (search.google.com/pagespeed) untuk versi mobile dan desktop. Skor di bawah 50 untuk mobile membutuhkan optimasi segera sebelum launch.

Kategori B: Konten dan Informasi

8. ☐ Tidak Ada Teks Placeholder

Cari dan hapus semua teks “Lorem ipsum” atau placeholder konten lainnya. Ini sering terlewat di bagian footer, halaman tersembunyi, atau widget sidebar.

9. ☐ Informasi Kontak Akurat di Semua Halaman

Verifikasi nomor telepon, WhatsApp, email, dan alamat di header, footer, dan halaman Kontak. Pastikan nomor WhatsApp bisa langsung diklik dan membuka percakapan WhatsApp.

10. ☐ Semua Gambar Berkualitas dan Relevan

Tidak ada gambar buram, terpotong, atau yang tidak relevan dengan konteks. Pastikan semua gambar sudah dikompres untuk web (tidak lebih dari 200KB per gambar untuk konten umum).

11. ☐ Teks Bebas Typo dan Kesalahan Ejaan

Baca ulang seluruh konten website dari perspektif pembaca baru. Lebih baik lagi, minta seseorang yang tidak terlibat dalam pembuatan untuk melakukan proofreading.

12. ☐ Halaman Wajib Sudah Ada dan Lengkap

Pastikan minimal tersedia: Beranda, Tentang Kami, Layanan/Produk, Kontak, dan Kebijakan Privasi.

Kategori C: SEO Teknis

13. ☐ Setiap Halaman Memiliki Title Tag Unik

Title tag adalah elemen yang ditampilkan di tab browser dan di hasil pencarian Google. Panjang ideal 50–60 karakter. Pastikan setiap halaman memiliki title yang unik dan deskriptif.

14. ☐ Meta Description Terisi untuk Semua Halaman Utama

Meta description tidak secara langsung memengaruhi ranking, tetapi sangat memengaruhi click-through rate dari hasil pencarian. Panjang ideal 120–155 karakter.

15. ☐ Sitemap XML Dibuat dan Disubmit

Buat sitemap.xml yang mencakup semua halaman penting dan submit ke Google Search Console. Ini membantu Google menemukan dan mengindeks semua konten website Anda lebih cepat.

16. ☐ File Robots.txt Dikonfigurasi dengan Benar

Pastikan robots.txt tidak memblokir halaman penting dari crawler Google. Kesalahan umum: seluruh website ter-disallow karena konfigurasi yang salah saat development belum dihapus.

17. ☐ Semua Gambar Memiliki Alt Text

Alt text membantu aksesibilitas dan memberikan konteks kepada Google tentang isi gambar. Tulis alt text yang deskriptif dan relevan, bukan sekadar nama file.

18. ☐ URL Bersih dan Deskriptif

URL harus mudah dibaca dan mengandung keyword yang relevan. Hindari URL dengan parameter panjang seperti ?p=123 atau /page?id=45&cat=7.

Kategori D: Analitik dan Monitoring

19. ☐ Google Analytics 4 Terpasang dan Berfungsi

Verifikasi bahwa GA4 merekam traffic dengan benar. Buka Real-Time report dan kunjungi website dari browser berbeda — traffic Anda harus muncul.

20. ☐ Google Search Console Terhubung

Verifikasi kepemilikan website di Google Search Console dan submit sitemap. Ini adalah sumber data paling penting untuk memantau performa SEO.

21. ☐ Konversi Goal Terdefinisi di Analytics

Setup event tracking untuk setiap konversi: pengiriman form, klik tombol WhatsApp, klik email, dan telepon. Tanpa ini, Anda tidak bisa mengukur berapa leads yang dihasilkan website.

Kategori E: Keamanan dan Legalitas

22. ☐ Plugin/Software Diperbarui ke Versi Terbaru

Versi outdated adalah celah keamanan yang paling umum dieksploitasi. Pastikan semua komponen website menggunakan versi terkini sebelum launch.

23. ☐ Backup Otomatis Terkonfigurasi

Setup backup otomatis harian ke lokasi yang terpisah dari server utama. Backup adalah asuransi yang nilainya baru terasa saat sesuatu yang buruk terjadi.

24. ☐ Halaman Kebijakan Privasi Ada dan Relevan

Jika website mengumpulkan data pengguna (form kontak, newsletter), halaman Kebijakan Privasi bukan hanya best practice — ini adalah kewajiban hukum di banyak yurisdiksi, termasuk untuk bisnis yang berinteraksi dengan pengguna dari Eropa.

Kategori F: Konversi dan Pengalaman Pengguna

25. ☐ CTA Terlihat Jelas di Setiap Halaman Utama

Setiap halaman utama harus memiliki minimal satu CTA yang jelas dan kontekstual. Pengunjung tidak boleh pernah dalam posisi “sudah tertarik tapi tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya.”

Menjalankan website untuk bisnis profesional membutuhkan fondasi yang solid dari hari pertama. Jika Anda ingin memastikan website perusahaan Anda melewati semua poin ini dengan sempurna, tim Gudangweb siap membantu — dari pembuatan hingga verifikasi pre-launch. Hubungi kami di 0877 4113 5796.

FAQ Artikel

Pertanyaan yang Sering Muncul

Tambahkan jawaban singkat untuk membantu pembaca memahami inti artikel dengan lebih cepat.

01 Apakah semua 25 poin ini wajib dipenuhi sebelum launch?

Poin-poin teknis dasar (SSL, mobile responsiveness, form berfungsi, analytics terpasang) adalah wajib tanpa pengecualian. Beberapa poin lain seperti blog yang aktif atau video profil bisa ditambahkan setelah launch secara bertahap. Prioritaskan yang berdampak langsung pada kepercayaan pengunjung dan fungsionalitas dasar.

02 Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan checklist ini?

Jika website dikerjakan oleh tim yang berpengalaman dengan proses yang terstruktur, sebagian besar checklist ini sudah dikerjakan dalam fase development dan QA. Testing dan verifikasi akhir umumnya membutuhkan 2–5 hari kerja. Pastikan ada jarak minimal 1 minggu antara 'website selesai dikerjakan' dan 'tanggal launch resmi' untuk buffer testing.

03 Apa yang terjadi jika website diluncurkan tanpa melewati checklist ini?

Risiko yang umum terjadi: form kontak yang tidak mengirim email (kehilangan leads), website yang tidak tampil dengan benar di mobile (kehilangan 60%+ pengunjung), halaman yang tidak terindeks Google (tidak ditemukan di pencarian), kecepatan lambat yang membuat pengunjung meninggalkan halaman, atau konten yang masih berisi placeholder teks yang memalukan.

04 Siapa yang seharusnya melakukan pengecekan checklist ini?

Idealnya, checklist ini diverifikasi oleh dua pihak secara terpisah: tim developer (QA teknis) dan perwakilan dari sisi klien/bisnis (verifikasi konten, akurasi informasi, dan fungsionalitas dari perspektif pengguna awam). Pengecekan dari dua perspektif berbeda ini sering kali mengungkap masalah yang terlewat oleh salah satu pihak.

05 Apakah checklist ini juga berlaku untuk redesign website yang sudah ada?

Ya, dengan tambahan beberapa poin khusus untuk redesign: pastikan semua URL lama sudah memiliki redirect 301 ke URL baru yang sesuai, Data Analytics historis tidak hilang, dan semua backlink yang sudah ada masih mengarah ke halaman yang tepat. Redesign tanpa manajemen redirect yang baik bisa mengakibatkan hilangnya semua ranking SEO yang sudah dibangun.

Telp Chat WA